SAMARINDA – Foto Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang diduga sedang sarapan di Hotel Marina Bay Sands, Singapura, viral di media sosial Threads. Unggahan tersebut menuai beragam komentar warganet, terutama karena muncul di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian di Kalimantan Timur.
Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Ririn Sari Dewi, menjelaskan bahwa perjalanan Rudy Mas’ud ke Singapura bertujuan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Selasa (13/10/2026).
Menurut Ririn, pemeriksaan tersebut dijadwalkan pada akhir pekan karena kondisi fisik Rudy belakangan kurang prima di tengah padatnya agenda pemerintahan.
“Pemeriksaan sengaja dijadwalkan pada akhir pekan agar tidak mengganggu pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik,” jelas Ririn.
Ririn juga memaparkan rangkaian kegiatan Rudy sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan tersebut.
Pada Sabtu (10/10/2026), Rudy menghadiri agenda Partai Golkar di Bandung dalam kapasitasnya sebagai Ketua Partai Golkar Kaltim. Pada malam harinya, ia bertolak ke Singapura.
Rudy menjalani pemeriksaan kesehatan pada Minggu (11/10/2026). Selanjutnya, pada Senin (12/10/2026), ia berada di Jakarta pada siang hari dan kembali ke Balikpapan pada sore hari untuk melanjutkan agenda pemerintahan provinsi.
Biaya Perjalanan Disebut Menggunakan Dana Pribadi
Ririn menegaskan, seluruh biaya perjalanan dan akomodasi Rudy selama berada di Singapura ditanggung menggunakan dana pribadi, bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia juga menjelaskan bahwa perjalanan tersebut telah mendapat persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri. Permohonan tertulis turut disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri secara paralel karena keberangkatan dilakukan pada akhir pekan, ketika layanan administrasi hari kerja sedang libur.
Ririn mengatakan pihaknya memahami perjalanan tersebut menjadi perhatian publik, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat dan situasi karhutla di Kaltim.
“Kami menyampaikan permohonan maaf jika perjalanan ini menimbulkan pertanyaan, kekecewaan, atau persepsi yang kurang berkenan. Kepekaan dan empati terhadap kondisi masyarakat tetap menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemprov Kaltim tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan publik dan menangani berbagai persoalan daerah, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang menjadi perhatian masyarakat.

