BERAU, IT-NEWS.ID – Ketersediaan oksigen di Kabupaten Berau dipastikan masih aman di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta meningkatnya perhatian terhadap gangguan pernapasan.

 

Produk oksigen yang diproduksi perusahaan putra daerah Berau, PT Harapan Prima Jaya, disebut mampu menopang kebutuhan fasilitas kesehatan untuk sementara waktu ke depan.

 

Direktur PT Harapan Prima Jaya, Hendery, memastikan produksi oksigen tetap berjalan setiap hari dan disesuaikan dengan kebutuhan. Bahkan, perusahaan siap mengoperasikan produksinya selama 24 jam apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan permintaan.

 

“Karena kami produsen, kami produksi setiap hari menyesuaikan kebutuhan. Dua puluh empat jam pun kami siap untuk produksi,” ujarnya pada awak media, Selasa (08/09/2026).

 

Ia menjelaskan hingga saat ini belum terjadi lonjakan permintaan oksigen yang signifikan meski kondisi kabut asap tengah terjadi di Berau. Pengisian dari puskesmas, rumah sakit, hingga sejumlah klinik swasta masih berlangsung seperti kebutuhan rutin.

 

“Kalau sampai hari ini masih normal saja. Tidak ada peningkatan yang signifikan,” jelasnya.

 

Hendry menjelaskan selama ini memasok oksigen untuk sejumlah fasilitas kesehatan di Berau. Distribusi juga menjangkau wilayah seperti Maratua dengan jumlah pengisian yang menyesuaikan kebutuhan masing-masing fasilitas.

 

Hendery mengukapkan perusahaan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi jika kebutuhan meningkat maupun terjadi gangguan produksi. Selain menyiagakan operasional selama 24 jam, perusahaan memiliki generator sebagai cadangan apabila terjadi gangguan listrik serta menyiapkan suku cadang untuk mengantisipasi kerusakan peralatan.

 

“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada kendala. Tapi tetap kami upayakan, kami standbykan. Sparepart juga sudah kami siapkan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis memastikan ketersediaan oksigen yang diproduksi PT Harapan Prima Jaya masih mencukupi untuk kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

 

“Alhamdulillah ketersediaan oksigen ini cukup untuk membackup kebutuhan oksigen rumah sakit untuk beberapa waktu yang akan datang,” ungkapnya.