TANJUNG SELOR – Ketua Komisi II DPRD Bulungan, Mustafah, mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama masyarakat terkait penyelesaian relokasi Pasar Sore Suprapto.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Aula pertemuan Diskoperindag Bulungan, ia menegaskan pentingnya mencari solusi yang adil dan dapat diterima semua pihak agar aktivitas pedagang tetap berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat sekitar.

Menurut Mustafah, persoalan relokasi pasar sudah berlangsung cukup lama dan perlu segera dituntaskan dengan mempertimbangkan kondisi warga yang terdampak, baik pedagang maupun masyarakat yang tinggal di kawasan Jalan Suprapto.

Ia mengatakan, pemerintah daerah dan DPRD tidak ingin keputusan yang diambil justru merugikan salah satu pihak. Karena itu, diperlukan langkah yang realistis dan sementara sambil menunggu lokasi relokasi permanen.

“Hari ini yang kita cari bukan siapa yang menang atau kalah, tapi bagaimana ada solusi yang sama-sama baik. Pedagang tetap bisa berusaha, masyarakat juga tetap nyaman,” ujar Mustafah dalam RDP.

Dalam pembahasan tersebut, muncul beberapa alternatif untuk mengurangi dampak kemacetan dan aktivitas pasar. Salah satunya dengan pengaturan akses kendaraan melalui Jalan Jenderal Sudirman agar arus lalu lintas roda dua maupun roda empat tidak menumpuk di area pasar.

Mustafah juga menegaskan bahwa keberadaan pasar di lokasi saat ini bukan solusi permanen. Pemerintah diminta terus bergerak menyiapkan tempat relokasi yang lebih layak dan bisa digunakan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Ia bahkan menyebut sejumlah lokasi yang dinilai dapat dipertimbangkan sebagai tempat sementara, termasuk memanfaatkan aset milik pemerintah daerah yang memungkinkan digunakan sebelum lokasi definitif tersedia.

“Pasar sore ini tidak selamanya berada di situ. Sambil menunggu keputusan dan lokasi yang tepat, kita ingin ada langkah sementara agar pedagang tetap bisa menjalankan usahanya,” katanya.

Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap kondisi pedagang ikan dan kebersihan lingkungan pasar agar aktivitas perdagangan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar.

Mustafah berharap komunikasi antara pemerintah daerah, DPRD, perangkat wilayah, dan masyarakat terus dibangun agar keputusan relokasi nantinya benar-benar menjadi solusi bersama.

Sementara itu, aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam forum akan menjadi bahan pembahasan lanjutan untuk menentukan langkah terbaik terhadap penyelesaian relokasi Pasar Sore Suprapto. (adv/Lia)