TANJUNG REDEB – Membludaknya jumlah wisatawan di sejumlah objek wisata andalan Kabupaten Berau selama musim liburan tahun ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Berau. Di tengah capaian kunjungan yang meningkat tajam, pemerintah menilai momentum tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas destinasi.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan apresiasinya atas tingginya minat wisatawan yang datang ke berbagai kawasan wisata, mulai dari pesisir Bidukbiduk hingga kepulauan Derawan dan Maratua.

“Peningkatan kunjungan ini tentu menjadi kabar menggembirakan bagi daerah. Artinya, potensi wisata Berau semakin dikenal dan diminati,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Data kunjungan menunjukkan kawasan Bidukbiduk menjadi salah satu destinasi dengan lonjakan paling menonjol, dengan belasan ribu wisatawan memadati wilayah tersebut selama masa liburan. Sementara itu, Pulau Derawan dan Maratua juga tetap menjadi magnet utama, termasuk bagi wisatawan luar daerah dan mancanegara.

Tak hanya destinasi favorit, sejumlah lokasi alternatif juga mulai menunjukkan tren positif. Salah satunya Pemandian Air Panas Asin Pemapak di Kecamatan Biatan yang ikut mengalami peningkatan jumlah pengunjung.

Menurut Sri Juniarsih, geliat ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha penginapan, kuliner, transportasi, hingga jasa wisata lokal.

“Ketika kunjungan meningkat, ekonomi masyarakat juga bergerak. Ini yang terus ingin kita dorong,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin terlena dengan capaian tersebut. Sejumlah kekurangan di lapangan masih menjadi catatan, terutama terkait fasilitas pendukung, kebersihan kawasan, dan kenyamanan wisatawan.

Karena itu, Pemkab Berau akan memfokuskan langkah lanjutan pada pembenahan bertahap di berbagai destinasi agar kualitas pelayanan semakin baik.

“Ke depan pembenahan akan terus kami lakukan, baik dari sisi infrastruktur, kebersihan, keamanan, maupun kenyamanan pengunjung,” tegasnya.

Ia menilai, penguatan kualitas destinasi menjadi kunci agar wisata Berau mampu bersaing dengan daerah lain dan menjaga tren kunjungan tetap stabil, bahkan meningkat.

Selain itu, tingginya arus wisatawan saat libur panjang juga mulai memunculkan peluang ekonomi baru di tingkat masyarakat. Di kawasan Bidukbiduk misalnya, kebutuhan akomodasi yang tinggi mulai mendorong berkembangnya usaha glamping, homestay, hingga layanan wisata berbasis warga.

Pemkab berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha terus diperkuat agar potensi wisata Berau tidak hanya ramai saat musim liburan, tetapi mampu tumbuh menjadi sektor unggulan yang berkelanjutan bagi kesejahteraan warga.