BERAU – Kepala Rutan Kelas II B Tanjung Redeb, Rian Permana, menghadiri puncak peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang digelar secara terpusat melalui siaran virtual. Agenda ini menjadi momentum pemberian apresiasi kepada mitra kerja serta pemberian beasiswa pendidikan bagi keluarga petugas pemasyarakatan sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan jajaran.
Dalam acara tersebut, dipaparkan berbagai capaian nasional oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, termasuk keberhasilan memindahkan 2.554 narapidana berisiko tinggi ke lapas khusus sebagai langkah tegas pemberantasan narkoba.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial berupa 2.000 paket sembako, beasiswa total Rp314 juta, serta bantuan gerobak usaha bagi keluarga warga binaan di 33 kantor wilayah seluruh Indonesia.
Sejalan dengan arahan pusat, Kepala Rutan Kelas II B Tanjung Redeb, Rian Permana, menegaskan komitmen nol toleransi terhadap peredaran narkoba, penggunaan ponsel ilegal, dan praktik penipuan di dalam rutan.
Sebagai langkah deteksi dini, pihaknya telah memindahkan 14 warga binaan berisiko tinggi ke lapas lain untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
“Kami sangat khawatirkan karena hal ini masuk dalam 15 program akselerasi Menteri, yaitu memberantas peredaran handphone, tipu gelap, serta narkoba dari dalam Lapas dan Rutan. Ini menjadi komitmen kami untuk tetap melaksanakan perintah pimpinan tanpa toleransi,” tegas Rian Permana, saat diwawancari, Senin (27/4/2026)
Penguatan Kemandirian dan Sinergi
Selain aspek keamanan, jajaran pemasyarakatan kini tengah menggencarkan program kemandirian melalui pemanfaatan lahan tidur untuk ketahanan pangan serta optimalisasi pemasaran produk karya warga binaan.
Di sisi lain, masalah kelebihan kapasitas terus ditekan melalui program pemerataan hunian serta optimalisasi remisi dan integrasi yang terukur.
Peringatan HBP ke-62 ini ditutup dengan penguatan sinergi lintas kementerian, termasuk kerja sama dengan Kemendagri terkait pemutakhiran data warga binaan dan kolaborasi kesehatan bersama BPJS.
Melalui capaian ekonomi koperasi yang menembus angka Rp4,3 miliar, jajaran pemasyarakatan berkomitmen meningkatkan kinerja yang transparan dan berdampak nyata bagi pengabdian kepada masyarakat dan negara. (akti)

