
TANJUNG REDEB – Tabung gas melon ukuran 3 kilogram kerap menjadi barang langka saat tensi dapur warga meningkat menjelang Lebaran. Mengantisipasi drama kelangkaan tahunan, Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengambil langkah tegas dengan “menyentil” Pemerintah Kabupaten Berau agar tidak kecolongan dalam mengawasi distribusi energi bersubsidi tersebut.
Dedy meminta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) bersama OPD terkait untuk segera turun ke lapangan. Misinya jelas: memastikan gas subsidi tetap mendarat di tangan masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro, bukan menguap di tangan spekulan.
Mengapa Pengawasan Ketat Menjadi Harga Mati?
Menurut Dedy, momentum Idulfitri selalu diikuti oleh lonjakan konsumsi rumah tangga yang drastis. Tanpa pengawasan ekstra, celah distribusi bisa dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Menjelang Idulfitri permintaan pasti melejit. Jangan sampai ada oknum yang ‘bermain’ dengan menimbun stok atau menaikkan harga di atas HET. Pemerintah harus hadir memastikan rakyat tidak kesulitan di dapur sendiri,” tegas Dedy.
Poin Utama Instruksi DPRD Berau
Untuk memastikan Lebaran warga Berau tetap “ngebul” tanpa hambatan, berikut adalah poin-poin krusial yang ditekankan oleh Ketua DPRD:
-
Sidak Pangkalan dan Agen: OPD diminta tidak hanya duduk di belakang meja, tetapi melakukan pemantauan langsung untuk mencegah praktik penimbunan.
-
Kawal Harga Eceran Tertinggi (HET): Menindak tegas agen atau pengecer yang nekat menjual gas melon dengan harga “cekik leher” di tengah situasi genting.
-
Koordinasi dengan Distributor: Memastikan rantai pasok dari distributor hingga ke tingkat desa tetap aman bahkan hingga pasca-Idulfitri.
-
Filterisasi Penerima: Memperketat pengawasan agar pengguna gas 3 kg benar-benar mereka yang berhak (masyarakat prasejahtera dan UMKM).
Langkah Antisipatif Sejak Dini
Dedy berharap pemerintah daerah tidak bertindak sebagai pemadam kebakaran yang baru bergerak saat api kelangkaan sudah membesar. Koordinasi dengan pihak Pertamina dan distributor harus dilakukan sejak sekarang untuk menjamin keamanan stok.
“Dengan pengawasan yang optimal dan langkah antisipatif sejak dini, kita harapkan kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa hambatan. Jangan sampai sukacita Idulfitri terganggu hanya karena urusan dapur yang macet,” pungkasnya.

