TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mewanti-wanti masyarakat agar memperketat kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu (upal). Peringatan ini disampaikan menyusul tren peningkatan peredaran uang ilegal yang kerap membayangi lonjakan aktivitas ekonomi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menurut Dedy, momentum menjelang Lebaran selalu dibarengi dengan tingginya frekuensi transaksi jual-beli di pasar dan pusat perbelanjaan. Celah inilah yang sering kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyusupkan uang palsu ke tengah masyarakat.

“Menjelang Lebaran, aktivitas ekonomi biasanya meningkat signifikan. Situasi ramai seperti ini sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengedarkan uang palsu,” ujar Dedy, Sabtu (14/3/2026).

Imbauan bagi Pelaku UMKM dan Pedagang

Dedy memberikan perhatian khusus kepada para pemilik usaha dan pelaku UMKM. Sebagai garda terdepan dalam transaksi tunai, pedagang dinilai paling berisiko menjadi korban karena ritme kerja yang cepat saat melayani pembeli.

“Para pemilik usaha dan pedagang harus lebih teliti. Periksa dengan baik keaslian uang yang diterima agar tidak merugi,” tegasnya.

Gunakan Metode 3D dan Segera Melapor

Guna meminimalisir risiko, politisi ini menyarankan masyarakat kembali mempraktikkan metode sederhana yang dikampanyekan Bank Indonesia, yaitu 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).

Selain ketelitian mandiri, ia juga mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga kondusivitas ekonomi di lingkungan masing-masing.

Identifikasi: Selalu cek tekstur dan tanda air pada uang kertas.

Respons: Jika menemukan uang yang mencurigakan, jangan ragu untuk menolak.

Lapor: Segera hubungi pihak kepolisian atau otoritas terkait jika menemukan indikasi peredaran upal.

“Jika ada yang mencurigakan, segera lapor kepada pihak berwajib agar bisa segera ditindaklanjuti dan tidak memakan korban lebih luas lagi,” pungkasnya.